Hidup di Asrama NTUST-Taipei

Hey, Do we use 5 or 1 coin here?  Tanya seseorang yang bertubuh gelap tiba-tiba. “Use 5 coin” jawabku, “but why this machine does not work?” Lalu kulihat koin yang dia masukkan ternyata jatuh ke tempat pengambilan sisa koin. “can u give something to take it!” pintaku. Tak taunya dia ambil tissue, mana bisa mengkait koin pake tissue pikirku. “No,no,no, give me a harder one!” dia ambil kertas lalu mencoba mengkait sendiri. Ups, the coin was felt down to the box. “Wait, I have another five coin” katanya. “Ok!” jawabku. Beberapa lama dia datang, dengan temannya,satu berkulit putih, satu berkulit hitam. Seorang berkulit putih mencoba melihat apa yang salah dengan mesin cuci tersebut, lalu akhirnya dia berkesimpulan, “it seems broke”. Dan tiba-tiba temanya yang berkulit hitam mencoba melihat dan memukul-mukul mesin cuci tersebut. Yah, emang jadi bagus kalau dipukul-pukul pikirku. Saya hanya menawarkan, “May be you can use the other machines in first floor, we have five machines there”  segera kuangkat kain yang baru kukeringkan dari mesin pengering. Kejadian itu berlangsung di ruang cuci lantai dua, dalam percakapan dengan seorang yang saya duga dari Ethiopia.

Asrama di NTUST ada 3, dihuni oleh mahasiswa internasional maupun local. Mahasiswa internasional biasanya berada di lantai yang lebih bawah, dan local di tempatkan di lantai yang lebih tinggi. Asrama pria terdiri dari 5 lantai, tetapi dengan tekstur yang lebih memanjang, sementara asrama putri terdiri dari 10 lantai (atau lebih) . Satu gedung asrama lagi tidak tahu berlantai berapa, mungkin lain kali akan saya hitung.

Di asrama pria, mahasiswa internasional didominasi oleh orang Indonesia, lalu Vietnam, mahasiswa yang berasal dari malasya biasanya tidak tinggal di asrama,tetapi tinggal di apartemen di luar kampus. Hal ini terjadi karena mereka memiliki kemampuan untuk membayar apartemen yang mungkin berkisar 6000 dolar Taiwan/per bulan, sementara di asrama hanya membayar 6500/ semester.

Dalam kebijakan universitas asrama diprioritaskan kepada mahasiswa internasional, dan dapat menghuni hingga 2-3 tahun tergantung dari lama study, dengan catatan, bahwa anda tidak pernah melanggar peraturan yang menghasilkan penalty dikeluarkan dari asrama atau kehilangan hak untuk tinggal di asrama pada semester berikutnya.

Hidup disini tidak sesusah yang dibayangkan, fasilitas yang disediakan di asrama cukup memadai, anda akan diberi tempat tidur yang disatukan dengan meja belajar, dan lemari pakaian, ditambah dengan kursi. Jika beruntung mungkin saja kasur dan selimut masih ada bekas orang lain. Untuk keperluan mencuci disediakan mesin cuci dengan system koin,dan pengering pakaian yang juga menggunakan system coin. Sekali mencuci mungkin hanya menghasbiskan 25 dolar. Sekitar Rp8. 500,-. Sementara untuk layanan internet di asrama, diberikan kuota 3 GB dengan jaringan LAN ditambah 1 GB dengan jaringan wireless, dan tidak dibayar. Jika ingin menggunakan AC, di tiap kamar ada AC dan anda harus membeli voucher jika ingin menggunakanya. Tetapi disini cukup dingin, tanpa AC orang yang berasal dari daerah tropis masih akan merasa aman.

Pergaulan di kampus sendiri, kebanyakan hanya dengan rekan senegara, tetapi setelah kuliah mungkin saja akan berkembang dengan orang-orang local. Kendala terbesar menambah teman-teman baru adalah bahasa, mahasiswa lokal tidak begitu banyak yang fasih berbahasa inggris. Tetapi jika anda ingin membangun persahabatan baru, bisa saja memulai untuk berbicara dengan mereka.

Di kampus ini atau kemungkinan Taiwan secara umum, tidak mengenal sarapan nasi di  pagi hari, tetapi cukup dengan roti. Sementara untuk urusan makan siang kita bisa makan di kantin asrama, jangan membayangkan kantin disini akan sama dengan kantin-kantin di Indonesia. Kantin ada 2 di areal kampus, dan bisa memilih manapun. Menu makanan lumayan bervariasi, tetapi tidak begitu cocok dengan lidah Indonesia yang terbiasa dengan makanan yang berbumbu. Makanan disini hanya menggunakan sedikit bumbu, sementara untuk sayuran anda masih dapat menemukan buncis, kacang panjang, sayur putih, jamur, pucuk daun timu, dll. Tetapi daging akan didominasi oleh daging babi dan ayam dengan berbagi cara olahan. Untuk ikan, kita masih dapat menemukan ikan nila, dan jenis air asin tertentu disini. Ada bebepa took untuk membeli makanan dalam satu kantin, anda dapat memilih makanan yang sesuai selera, makanan ala barat dan korea juga tersedia. Sekali makan untuk system timbang kita bisa menghabiskan 30-60 dolar, tergantung dari banyaknya makanan yang kita makan. Tetapi dengan 45 dolar saja, sudah lebih dari cukup untuk disantap.

Ada yang berbeda dari kebiasan makan disini dengan kebiasaan di Indonesia. Bukan sendok makan yang akan disediakan untuk anda, tetapi sumpit, jikapun ada sendok, sebenarny itu adalah sendok sop, atau kuah. Nasi dan minuman semua menggunakan mangkok. Untuk minuman seusai makan sangat jarang menyediakan air mineral. Biasanya mereka akan menyediakan minuman dingin di musim panas, terkadang sop babi, atau dicampur dengan agar-agar, atau kuah kacang, buah, dll. Untuk minuman silahkan ambil di asrama, dari yang dingin sampai mendidih tersedia kapanpun anda menginginkan. Semuanya menggunakan system dispenser.

Kamar mandi cukup banyak, tidak perlu ambil nomor antri untuk mandi disini, dan tidak perlu juga takut akan kehabisan air. Untuk mandi anda dapat menggunakan air dingin dan juga air hangat. Jika ingin coba air mendidih juga ada. Ha..ha.. (just kidding) itu semua tersedia secara gratis. Tetapi anda yang berasal dari Indonesia harus siap-siap bawa ember dan gayung jika hendak ke toilet jika tidak nyaman dengan tissue paper saja.

Pengolah sampah dan sanitasi cukup terkontrol juga di tempat ini, makanan yang disediakan adalah makanan-makanan sehat di bawah pengawasan. Sementara untuk membuang sampah, anda harus membiasakan diri untuk memisahkan ke dalam beberapa tempat, ada untuk makanan sisa, sampah recycle,sampah kertas,bekas kotak makanan, dan sampah umum. Jangan mencampur aduk semuanya jika tidak ingin malu sendiri.

Hal yang sangat berbeda dari system kampus adalah pakaian kuliah, jika di Indonesia terbiasa dengan permintaan untuk pakaian yang sopan (versi Indonesia) dengan kemeja/kaos dan celana panjang/rok. Disini, setidaknya di kampus ini anda dapat menggunakan celana pendek untuk ke kampus dan lab, anda juga tidak perlu pusing untuk memikirkan sepatu apa yang akan digunakan, semua terserah anda, jika ingin menggunakan sandal jepit sampai sepatu formal juga tidak masalah. Untuk kalangan wanita juga tidak ada peraturan khusus anda dapat menggunakan pakaian dari model you can see sampai kemeja berlengan panjang, para perempuan juga dapat menggunakan sandal jepit atau sepatu boot, rok sampai tumit atau sampai lutut, atau satu jengkal di atas lutut semua terserah anda. Dan oleh karena itu anda harus membiasakan diri melihat seseorang yang hanya menggunakan celana satu jengkal, dengan stoking atau tanpa stoking.

Baju tak bersetrika juga menjadi kebiasaan bagi para penghuni asrama, itu karena tidak diijinkan untuk menggunakan peralatan listrik selain computer, dan lampu di dalam kamar, pelanggaran terhadap peraturan ini akan mendapatkan penalty yang sangat berat. Oleh karena itu para mahasiswa tidak akan menyetrika pakaian setelah menyucinya. Sebuah kebiasan yang susah diterima, tapi harus diikuti.

Begitulah kira-kira kehidupan mahasiswa disini, jadi tidak perlu kekhawatiran yang berlebihan untuk sekolah di tempat ini. Tanggung jawab terbesar anda hanyalah belajar, dan meneliti. Itu saja.

Nb: Fotonya diupdate belakangan.

In Front of the main Gate IB Building (Right Side)

International Building from the right side.
International Building from the right side.
International Building from the right side.
International Building from the right side.
International Building from the right side.
International Building from the right side.
Dormitory one from the left side.
Dormitory one from the left side.
Main gate of Dormitory I
Main gate of Dormitory I

2 thoughts on “Hidup di Asrama NTUST-Taipei

  1. Mantap jak, demi ilmu harus mengikuti semua kebiasaan disana, itulah mantapnya org batak mampu hidup dinegeri orang dibuatnya macam kampungnya……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s