Menjadi Penerima Beasiswa

Baiklah, postingan kali ini akan membahas tentang bagaimana mencari beasiswa ke luar negeri ataupun dalam negeri, dan bukan hanya mencari, tetapi juga bagaimana mempersiapkanya. Hal ini dilatarbelakangi oleh pertanyaan-pertanyaan yang datang kepada saya, secara khusus tentang beasiswa di Taiwan.

Pertanyaan yang muncul bagi para pencari beasiswa adalah, dimana mencarinya? Kok bisa kamu dapat? Apa sih yang perlu disiapkan? Klo seperti saya ini ada kesempatan ga untuk mendapatkan beasiswa study lanjut? Dst. Tetapi pertanyaan yang paling penting sesungguhnya adalah untuk apa anda mengejar beasiswa? Dan mengapa anda melakukannya. Banyak alas an yang mungkin muncul dari diri para pencari beasiswa, motivasi umumnya adalah karena ingin memperdalam ilmu. Tapi jika kita bertanya lagi untuk apa memperdalam ilmu? Jawaban yang muncul mungkin untuk memperoleh kesempatan yang lebih baik mencari pekerjaan, atau untuk mendapatkan jabatan yang lebih baik yang pada akhirnya berakhir pada semakin banyak uang yang akan dapat diperoleh. Motivasi ini sah-sah saja dimiliki oleh seseorang, tetapi apakah itu motivasi yang baik? Tentu jika hanya untuk uang, jelas bukan motivasi yang lebih baik. Saya tidak menyarankan orang yang memiliki motivasi seperti ini untuk mencari beasiswa untuk study lanjut, karna ada hanya mencari pertolongan dari orang lain untuk kepentingan anda sendiri. Sementara yang memberi beasiswa memikirkan anda, buruk sekali sikap itu.

Jadi bagaimana? Carilah beasiswa untuk melanjutkan study jika itu membuat anda lebih bermanfaat untuk orang lain, atau lebih maksimal memberikan kotribusi anda dalam masyarakat, dan tentu akan menolong anda untuk mengerjakan apa yang diinginkan Tuhan untuk anda kerjakan.  Karna hidup ini bukan tentang anda semata, tetapi tentang orang lain dan pemilik kehidupan juga. Ops.. kok jadi ngomongin ini? Yah tidak apa-apa, hanya ingin menyampaikan sudut pandang saya.

Baiklah kita masuk ke topik utama. Dimana mendapakan beasiswa? Jawabnya dari mana-mana. Dari siapa? Jawabnya, dari siapa saja. Loh? Yah! Sekarang ini banyak beasiswa yang ditawarkan dan itu datang dari  berbagai sumber, dari beasiswa yang bergensi sampai yang tidak begitu bergensi. Persoalanya adalah apakah anda siap atau tidak .

Untuk mengetahui pengumuman beasiswa ada bebeberapa cara:

  1. Bergabung dengan forum/group yang membicarakan tentang beasiswa. Anda dapat mencari forum seperti ini di media social seperti facebook dengan kata kunci “beasiswa” atau “scholarship”.
  2. Bergabung dengan website tertentu yang memberikan informasi tentang beasiswa. Misalnya http://scholarship-positions.com. Anda dapat mendaftarkan email anda, sehingga setiap website tersebut menambahkan informasi, anda akan dikirim secara otomatis. Website ini memberikan beasiswa yang sangat luas baik dari segi pemberi, atau jenisnya.
  3. Anda juga harus rajin-rajin mengunjungi website penyedia beasiswa seperti:

4.  Terkandang beasiswa tidak diumumkan melalui website seperti pada point 3 atau 2, tetapi diumumkan hanya melalui website resmi

    universitas tertentu. Cotohnya beasiswa di Taiwan, anda dapa meliha beberapa kesempatan beasiswa di universitas Taiwan seperti link berikut.

5. Link beasiswa line di dalam negeri juga dapat anda kunjungi, seperti

6. Cara yang lebih meyakinkan adalah mendatangi pameran-pameran pendidikan yang biasanya dihadiri perwakilan dari universitas tertentu.

Dengan ini anada dapat berbicang lebih jauh tentang beasiswa dan universitas terkait.
7.  Anda juga dapat mencari informasi melalu teman yang sudah terlebih dahulu mendapatkan beasiswa.

Sampai sejauh ini informasi yang saya berikan masih sebatas sumber, sekarang kita melangkah bagaimana supaya anda menjadi salah satu orang yang mendapatkanya. Menjawab persoalan ini gampang-gampang susah. Karena ada factor yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia, yaitu factor “T” (T=Tuhan) nah, kalau factor ini bernilai satu (1) atau high, maka anda pasti akan dapat, klo faktonya bernilai nol (0) atau low, maka anda pasti tidak akan dapat sekuat apapun anda berusaha. J

Maka marilah kita berbicara tentang apa yang dapat kita persiapkan.

  1. Kemampuan bahasa.
  • Bahasa disini yang paling umum adalah bahasa inggris, tetapi tidak semua beasiswa hanya mematok kemampuan bahasa inggris, tetapi ditambahkan dengan bahasa yang digunakan di Negara tujuan, misalna beasiswa dari jepang, mereka juga menyiaratkan kemampuan bahasa jepang. Beasiswa ke jerman juga kadang menyiaratkan hal ini. Tetapi syarat yang paling umum di semua Negara adalah kemampauan bahasa inggris. Kemampauan bahasa inggris dapat ditunjukkan melalui skor TOEFL, atua IELTS, skor TOEFL umumnya adalah >=500 (paper based) atau kisaran 90 (Internet base) untuk IELTS biasanya >= 60 (jika saya tidak salah). IELTS dan TOEFL diterima secara umum, tetapi jika anda ingin ke Negara yang menggunkan IELTS sebagai referensi baiknya anda memilih test IELTS, begitu juga sebaliknya.
  • Kebanyakan orang langsung pesimis ketika melihat syarat ini, lalu bertanya mungkinkah dengan skor TOEFL yang tidak terlalu di bawah 500  dapat beasiswa? Jawabnya. Mungkin ! tetapi ini hanya akan terjadi jika Negara tujuan menggunakan inggris sebagai bahasa kedua, dan tingkat persaingan yang tidak begitu ketak.
  • Selain itu orang juga sering menyerah pada tahapan ini, mereka berasumsu bahwa kemampuan bahasa inggrisnya tidak akan bisa lebih baik. Sesungguhnya ini adalah kebodohan, setiap orang dapat belajar, yang terpenting adalah kemauan. Alas an lain yang memperburuk kesempatan meraih beasiswa adalah ketidakmauan diri untuk berinvestasi. Anda tidak mau membayar biaya kursus, tetapi anda ingin pintar bahasa ingrris. Mungkinkah? Munkin jika anda belajar otodidak dengan tekun. Tetapi untuk mempercepat ada baiknya ada mengambil kursus tertentu untuk persiapan bahasa inggris.

2.       Potensi Akademik,

  • Hal ini menjadi pertimbangan yang sangat penting, anda harus menujukkan bahwa secara akademis anda dapat dipertimbangkan untuk menerima beasiswa tertentu. Potensi akademik dapat dilihat dari academic record anda di jenjang pendidikan sebelumnya. Nah, untuk ini maka anda perlu memiliki indeks prestasi yang lebih tinggi, baiknya diatas 3.2 (skala 4).
  • Selain dari itu, potensi akademik juga dapat dilihat dari riset yang pernah anda lakukan, atau publikasi yan telah anda hasilkan, atau bisa juga project-project yang pennah anda ikuti. Hal ini menunjukkan bahwa anda punya bakat. Maka akan sangat baik jika anda menyadari ini sejak awal perkuliah di jenjang s-1 atau s-2, sehingga anda mempersiapkan diri untuk mengadakan riset atau project tertentu yang menghasilkan publikasi. Terkadang hal ini tidak disadari sebelumnya, sehingga setelah tamat timbullah penyesalan, terkadang bukan karena anda kurang mampu untuk melakukan riset, tetapi karena anda tidak pernah berpikir untuk melakukanya.

3. Pengalaman bekerja.

  • Ada beberapa beasiswa yang meyiaratkan pengalaman bekerja, misalnya beasiswa fullbrigh dari USA, terdakan menyiaratkan ini. Jika anda tidak berpengalaman kecil kemungkinan untuk mendapatkanya.

4.       Motivation letter and study plan.

  • Siapapun yang melamar beasiswa wajib memiliki hal ini. Motivation letter adalah surat yang anda buat sendiri tentang motivasi anda mendapatkan beasiswa, apa yang akan anda lakukan jika mendapatkan beasiswa, adan apa renca jangka panjang anda. Bagian ini menjadi sangat penting, karena lembaga pemberi beasiswa akan mempertimbangkan apakah anda cukup bermanfaat atau tidak jika diberikan beasiswa. Sementara study plan adalah rencana spesifik study anda. Hal ini berisi, jurusan apa yang akan anda ambil, mengapa mengambil jurusan itu, riset anda tentang apa rencananya, mau berapa lama menyelesaikanya, apakah anda cukup cocok dengan jurusan itu. Study plan dan motivation letter terkadang disatukan.

5.       Rekomendasi.

  • Rekomendasi adalah pernyataan dari seseorang yang mengatakan bahwa anda direkomendasikan oleh orang tersebut untuk mendapatkan beasiswa. Maka, hal yang paling penting di bagian ini adalah siapa yang merekomendasikan anda. Jika dia orang yang tepat maka rekomendasi anda akan dipertimbangkan oleh pemberi beasiswa. Rekomendator dapat berupa dosen anda sebelumnya yang cukup mengenal anda, atasan di tempat pekerjaa, dan pilihan terbaik adalah professor yang ada di kampus yang akan anda tuju.

 6. Mulailah mengurus hal-hal kecil seperti passport, passport anda terkadang menjadi pengingat bahwa anda punya mimpi untuk menggunakanya sebelum habis masa berlaku, tentunya bukan hanya dengan visa visitor, tetapi dengan visa resident, karna anda tingga untuk study.

 7. Belajar dengan giat bidang yan akan anda ambil, itu akan membuat anda lebih siap ketika anda diterima. Apa yang anda sudah pelajari juga dapat anda sebutkan dalam study plan anda.

 Langkah-langkah ini saya harap membuat anda menjadi orang yang lebih siap untuk mendapatkan beasiswa. Proses berikutnya yang harus anda ikuti adalah, jika ada kesempatan, segeralah mendaftar, siapkan semua sebaik mungkin, jangan sampai ada kesalahan yang disadari dalam dokumen-dokumen anda nantinya. Lalu berharaplah berdolah agar Tuhan mengerjakan apa yang dikehendaki, mudah-mudahan sang berdaulat atas alam semesta mengisi nilai factor T anda dengan nilai “1”.

Sampai disini dulu celoteh saya, semoga bermanfaat.

One thought on “Menjadi Penerima Beasiswa

  1. great put up, very informative. I’m wondering why the other specialists of this sector don’t understand this.
    You should proceed your writing. I’m confident, you
    have a huge readers’ base already!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s