Kehidupan Mahasiswa PhD di Taiwan [Bagian I]

Pemandangan dari kampus NTUST ke arah Taipei 101
Pemandangan dari kampus NTUST ke arah Taipei 101

Disclaimer: Tulisan ini tidak bermaksud menyamaratakan kehidupan mahasiswa PhD di Taiwan. Ini hanyalah pandangan dan penjelasan berdasarkan pengalaman yang saya alami sendiri dan pengalaman orang-lain yang saya ketahui. Setiap orang pasti memiliki pengalamanya masing-masing.

Tahun 2012, tepatnya bulan September, tanggal 9 saya tiba di Taiwan. Waktu itu saya baru ingin menjadi mahasiswa master yang belajar di National Taiwan University of Science and Technology. (NTUST). Kampus ini berada di Taipei, tak jauh dari bangunan ikonik Taiwan yaitu Taipei 101. Saya mengambil jurusan electronic, dan bergabung di laboratorium elektronika daya (Power Electronic). Singkat cerita, tahun 2014 saya menyelesaikan program master saya, tepatnya di akhir Juni.

Sebelumnya, saya sudah melamar program PhD di jurusan dan laboratorium yang sama, dan juga professor yang sama tentunya. Dengan demikian, selekas menyelesaikan program master, saya langsung melanjut ke program doktor. Untuk beberapa minggu saya pulang kampung ke tanah air, tepatnya di sebuah dusun di kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, tentunya untuk melepas rindu ke tanah air.

Tantangan pertama

15 September 2014, saya kembali lagi ke kampus. Tinggal di asrama dengan 5 orang penghuni, dan tidur di tempat tidur yang sama. Tantangan pada Tahun pertama yang harus dilalui adalah ujian kualifikasi doktor. Apa itu? Ujian ini adalah ujian untuk menjadi kandidat doktor. Di departemen elektronik sendiri ujian kualifikasi hanya bisa diambil sebanyak dua kali. Subject yang diambil juga tergantung dari pilihan anda, dengan catatan harus mengambil satu subject yang menjadi group kita, dan 1 lainya terserah kita. Totalnya ada dua subject yang harus kita ikuti. Masing-masing subject akan memiliki dua soal yang dibuat oleh professor yang berbeda, sehingga secara total akan ada 4 soal yang akan sisodorkan setiap menghadapi ujian kualifikasi. Kelululusan ujian ini ditentukan oleh nilai yang ada peroleh, jika nilai rata-rata anda di atas 70 anda secara otomatis akan lulus, dan jika nilai anda di bawah 50, maka, anda juga secara otomatis tidak lulus. Nah, bagaimana dengan nilai di antara 50 dan 70? Kelulusan anda tergantung dari belas kasihan professor-professor yang ada di department. Jika mereka melululuskan, maka anda lulus, sebaliknya tidak. Jika setelah 2 kali ujian anda tidak lulus, maka anda harus membuat paper yang diterima di journal internasional terindeks (SCI Journal) dalam 2 tahun pertama. Jika tidak ada juga, maka anda akan di-drop out.

Di department lain peraturan untuk ujian kualifikasi ini berbeda-beda. Di department of Material Science misalnya, Jika anda berhasil publish paper SCI dalam dua tahun pertama, maka anda telah lulus kualifikasi. Jika tidak, maka anda perlu presentasi di hadapan para professor tentang penelitian yang sedang berjalan, dan kelulusan anda tergantung degan keputusan para professor ini. Lain lagi di department of Mechanical Engineering, kelulusan ujian kualifikasi disini tergantung dari mata kuliah yang anda ambil. Jadi ada mata kuliah yang dihitung sebagai mata kuliah untuk kualifikasi doktor, jika anda telah lulus mata kuliah tersebut, tentunya dengan nilai yang memenuhi standar, maka anda sudah lulus kualifikasi.

Berbagai strategi dapat diterapkan untuk menghadapi ujian ini. Secara umum di departemen elektronik seseorang akan mengikuti ujian kualifikasi di tahun pertama. Kesempatan pertama untuk mahasiswa angkatan fall biasanya diambil pada bulan Desember, dan kesempatan kedua adalah bulan Mei Perlu diketahui, menurut peraturan, ujian ini dapat diambil dalam dua tahun pertama sebagai mahasiswa PhD. Dalam arti lain, tidak ada keharusan untuk mengambil ujian ini di semester pertama, yang penting adalah dalam 2 tahun pertama kita harus ujian. Mahasiswa internasional di lab saya biasanya akan mengambil ujian ini di semester pertama. Biasanya seseorang juga akan mengambil sedikit mata kuliah di semester tersebut untuk memberi waktu mempersiapkan diri untuk ujian kualifikasi. Menghadapi ujian ini, bisa jadi menjadi ujian akan kemandirian belajar kita. Mengapa? Karena kita tidak akan mengikuti satu kelas, atau bimbingan dari professor untuk menghadapi ujian ini. Yang kita ketahui hanyalah buku referensi, dan bundelan soal pada tahun-tahun sebelumnya, dan silahkan anda mempersiapkan diri sendiri.

Saat itu, saya memilih subject Power Electronics dan Control System. Bagi saya, yang kemampuannya biasa-biasa saja, ujian kualifikasi menjadi momok, berhubung sebelumnya sewaktu kuliah di program sarjana saya mengikuti konsentrasi tegangan tinggi, yang tidak terlalu banyak menyentuh perhitungan-perhitungan rumit, dan selama master beralih ke Power Electronic yang lebih banyak menyentuh penggunaan IC, dan switching devices, aplikasi sistem control sederhana. Secara praktis dasar pengetahuan control saya bisa dibilang sangat hijau. Seingat saya dulu pelajaran yang paling jelas saya ingat hanyalah laplace transform dan menggambar root locus sewaktu belajar dasar sistem kontrol sewaktu program sarjana, itupun setelah mengulang tiga kali. Maklum waktu itu saya gagal mata kuliah ini dua kali, berhubung ketidakmampuan saya (dan mungkin banyak yang lain) mengerti materi yang diberikan dosen pada saat itu.

Selama mempersiapkan diri untuk ujian kualifikasi, saya memberikan hampir 75 persen waktu belajar untuk belajar Control system, sementara Power electronic tidak begitu difokuskan. Walau sebelum ujian saya merasa yakin sudah siap, berhubung sudah banyak soal-soal tahun sebelumnya yang sudah saya pelajari, tapi pada akhirnya apa yang tidak saya ketahui dan sengaja dilewatkan ketika persiapan ujian, itu juga yang keluar jadi soal pada saa itu. Karna kemungkinan nilai Power Electronics saya juga tidak mampu mendongkrak nilai mata kuliah lain alhasil,untuk test pertama saya pun gagal total.

Setelah mengevaluasi diri maka saya melihat bahwa penyebab utama kegagalanku adalah ketidakcukupan waktu untuk mempersiapkan diri, berhubung di saat yang sama juga saya harus memperbaiki eksperimen untuk conference paper yang akan segera deadline. Alhasil waktu efektif persiapan saya hanya satu bulan. Dengan otak yang pas-pasan maka mempelajari dua subject secara bersamaan bukanlah hal yang mudah.

Kesempatan kedua

Dapat dipastikan, bahwa saya harus mencoba untuk kesempatan kedua. Untuk kali ini saya mengubah pola pikir, semester sebelumnya saya mengambil hanya 1 mata kuliah, itupun yang tidak terlalu berat, tidak terlibat dalam proyek lab, dan kegiatan lain yang memungkinkan menghabiskan banyak waktu. Semester berikutnya saya justru mengambil 3 mata kuliah, dimana satu mata kuliah menyita sangat banyak waktu di 3 bulan pertama. Saya juga terlibat di proyek di laboratorium, dan mengikuti organisasi kemahasiswaan yang lain. Prinsip saya saat itu, semakin banyak kegiatan anda, anda akan berusaha semakin efektif untuk menggunakan waktu. Singkatnya, kesempatan kedua ujian pun tiba. Kembali soal tak terduga muncul. Satu soal dengan bobot nilai tinggi membuat saya pusing tujuh keliling, pada saat itu saya berpikir saya tidak akan lulus dan pulang ke Indonesia. Yang saya lakukan pada saat itu hanyalah berusaha sekeras-kerasnya, sambil mengucapkan doa. Secara mengejutkan saya dapa ide untuk menyelesaikan soal dengan bobot tertinggi tersebut di 20 menit waktu terakhir.

Hasil ujian kedua ini akan saya ketahui dua bulan berikutnya. Dalam perjalanan pulang dari Seoul, ketika menunggu boarding di bandara Incheon, pembimbing saya menghubungi pembimbing saya yang lain, dan menanyakan hasil ujian saya. Saat itu saya diberitahu bahwa ujian kualifikasi saya lulus, tetapi tidak tahu karena keputusan professor atau secara otomatis. Aku pun bersyukur kepada Tuhan. Berikutnya pembimbing saya melanjutkan, maka target saya berikutnya adalah untuk segera memiliki international journal paper untuk kelulusan PhD. Inilah tantangan berikutnya, sekaligus yang paling menentukan untuk menentukan kelulusan saya kelak.

Bersambung ke Bagian II

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s