Kehidupan Mahasiswa PhD di Taiwan [Bagian II]

Kehidupan Mahasiswa PhD di Taiwan [Bagian I]

Relasi dengan Professor

Menurut pengamatan saya, secara umum ada tiga tipe professor dalam berelasi dengan  mahasiswanya dalam mengarahkan riset, yaitu:

  1. Mengharapkan banyak dan memberi sedikit arahan
  2. Tidak mengharapkan banyak dan memberi sedikit arahan
  3. Mengharapkan banyak dan memberi banyak arahan

Sebenarnya saya ingin menambahkan satu lagi, yaitu yang membimbing banyak tetapi mengharapkan sedikit. Tetapi berhubung tipe ini belum pernah saya dengarkan ceritanya, maka lebih baik tidak saya buat disini.

Pastinya, salah satu tipe professor ini pasti akan anda temui ketika menjalani studi baik untuk program master maupun doktor. Masing-masing tipe ini memiliki kelebihan dan keunggulan masing-masing. Tipe pertma akan membuat anda hidup di bawah tekanan, biasanya tipe ini memberikan banyak pekerjaan dan dan target yang lumayan tinggi bagi mahasiswa bimbingannya, tetapi dia sendiri tidak begitu banyak memberikan arahan. Tipe professor ini pada umumnya mengiginkan anda menghasilkan penelitian yang bagus, bisa diterbitkan di jurnal, tetapi ketika anda mengalami kebuntuan, anda harus menemukan solusi sendiri. Hasilnya anda harus belajar sendiri dan memeras keringat dan pikiran sendiri.

Tipe kedua  tidak akan memberikan tekanan berat bagi anda, mungkin akan terasa santai dan enjoy. Keberhasilan anda pada bersama professor tipe ini sangat didorong oleh keinginan anda sendiri. Standar keberhasilan anda juga anda buat sendiri. Jika anda seseorang yang punya inisiatif tinggi, pintar, dan punya banyak ide, maka anda bisa berkembang dengan professor tipe ini, namun jika sebaliknya anda bisa berjalan di tempat, alias tidak berkembang. Pengetahuan dan kemampuan anda tidak akan banyak bertambah.

Tipe ketiga mungkin merupakan tipe yang paling diharapkan oleh mahasiswa. Mengapa? Karena dengan tipe ini anda akan memiliki perkembangan pesat, kemampuan anda akan dipaksa sampai ke batas tertinggi. Di satu sisi, anda juga akan mengalami tekanan pekerjaan yang cukup berat, namun kali ini berbeda dengan tipe pertama. Jika di tipe pertama anda mendapatkan kurang arahan, bersama tipe ini anda mungkin bisa mendapatkan arahahan, dan solusi-solusi detail ketika mengalami kebuntuan dalam riset.

Dalam hal relasi dengan mahasiswa, professor disini bisa dikatakan tidak membuat jarak yang jauh dengan mahasiswanya. Bahakan ada beberapa mahasiswa yang memiliki pengalaman diajak makan bersama dengan professor, dan ditraktir oleh sang professor. Ada juga yang mengajak jalan-jalan bersama dengan mahasiswa. Soal waktu ketemu secara pribadi biasanya sangat flexible. Soal pertemuan mingguan, yang disebut dengan lab meeting biasanya sudah ditentukan di lab masing-masing.

Proyek dan Riset

Semua universitas di Taiwan mewajibkan mahasiswa PhD untuk mempublish paper di journal internasional. Jumlah paper di atur oleh department. Namun, permintaan professor tidak selalu sama dengan persyaratan professor. Terkadang ada yang meminta lebih dari satu paper. Ada yang meminta haus di jurnal top dunia yang dia inginkan, ada yang meminta persis sama dengan syarat dari department. Professor saya termasuk tipe yang tidak meminta lebih paper dari persyaratan yang ditetapkan oleh departemen.

Untuk mencapai target publish paper ini, tentunya kita harus mengerjakan riset, tetapi selain daripada itu, terkadang mahasiswa diberi tanggung jawab untuk ikut di dalam proyek yang sedang ditangani oleh lab. Dari mana proyek ini berasal?  Biasanya proyek bisa berasal dari pemerintah, dalam hal ini professor memenangkan biaya penilitian untuk topik tertentu. Jenis proyek kedua yang paling banyak adalah proyek yang disponsori oleh perusahaan. Target proyek jenis ini juga sangat beragam, mulai dari sekedar study atau bahkan sampai kepada produk komersial.

Mahasiswa biasanya diberi kebebasan untuk bergabung di dalam satu proyek atau tidak. Namun sebagian professor juga mengharuskan mahasiswa untuk bergabung dalam proyek. Pertimbangan untuk mengikut proyek bagi mahasiswa PhD tentunya harus melihat banyak hal. Pertimbangan ini hanya berlaku jika anda tidak diwajibkan untuk menjadi anggota dalam sebuah proyek di lab. Salah satu pertimbangan paling populer adalah apakah ikut di proyek memberikan tambahan uang kepada anda atau tidak. Sebagian professor memberikan gaji bulanan jika seorang mahasiswa bekerja di dalam proyek, sebagian lain tidak. Pertimbangan berikut adalah, apakah proyek yang dikerjakan berpotensi dijadikan paper, atau paling tidak berpotensi membawa anda kepada satu ide riset. Jika anda menemukan topic proyek seperti ini, ini bisa menjadi keuntungan untuk riset anda, dengan kata lain sambil menyelam minum air. Keuntungan ini akan semakin bertambah jika anda memperoleh uang tambahan.

Pertimbangan berikutnya adalah ketersediaan waktu. Jika jumlah mata kuliah yang diambil masih banyak dan menyadari bahwa kuliah yang anda ambil adalah mata kuliah yang susah, memiliki banyak tugas, maka perlu memastikan bahwa anda memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan kuliah. Selain itu, jika progress proyek terpisah dengan progress riset, maka hal ini juga perlu dipertimbangkan matang. Jangan sampai anda tidak fokus mengerjakan dua-duanya.

Di luar dari semua pertimbangan itu, perlu diketahui, hal lain yang bisa didapatkan dari proyek adalah kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah dimiliki. Bergabung di proyek juga bisa menjadi kesempatan anda untuk terhubung dengan perusahaan, dan mengetahui kebutuhan industri seperti apa. Dengan demikian, secara otomatis akan membuat nilai jual anda kelak ketika menyelesaikan study menjadi lebih baik.

Terkait dengan riset, seorang mahasiswa PhD tentu dituntut untuk memiliki ide sendiri. Kita tidak bisa berharap hanya kepada professor. Kita harus mengingat bahwa professor hanyalah sebagai advisor. Namun ada kalanya, seorang professor juga memberikan sebuah idea untuk dikerjakan oleh mahasiswa PhD. Namun penting sekali untuk tidak berharap pada hal seperti ini, sebab jika ide berasal dari professor, maka sang professor juga berhak mengambil posisi penulis pertama paper anda, bukan anda sendiri.

Nah, bagaimana dengan pembiayaan riset? Riset akan dibiayai oleh lab. Jika anda membutuhkan peralatan tertentu, anda juga bisa meminta professor untuk menyediakan. Jika hal itu dipandang professor baik dan bermanfaat untuk ke depannya, ia akan memenuhinya. Segala kebutuhan yang berkaitan dengan riset dan proyek akan ditanggung oleh sekolah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s